Perkembangan internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup besar, dimana pengguna internet Indonesia di tahun 2000 sekitar 2 juta netter dari total populasi 206,264,595 penduduk (sekitar 1%) melonjak cukup tajam menjadi 20 juta dari 224,481,720 penduduk (sekitar 8.9%) di tahun 2007 dan di tahun 2008 sekitar 25 juta netter dari total populasi 237,512,355 penduduk Indonesia (sekitar 10.5%) berdasarkan data dari APJII. Hingga akhir Maret 2008, telah terpasang koneksi sekitar 241,000 broadband Internet di seluruh Indonesia.
Google yang merupakan salah satu pemain berpengaruh dan besar di dunia, melihat perkembangan internet market Indonesia yang cukup besar dan melihat penggunaan Internet untuk UKM di Indonesia sebagai target market yang dapat dikembangkan dan optimis dapat memperoleh calon advertiser / pengiklan yang memasang iklan melalui Google Adwords, yang mana didukung dengan biaya yang cukup ringan yang dikeluarkan para pemasang iklan yaitu Rp 90.- per klik di Google Adwords. Didukung dengan hasil pengamatan dari PT Synovate Indonesia yang mengatakan bahwa sebagian besar pengguna Internet di Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi yang berkenaan dengan barang yang ingin mereka beli, yang mana menandakan potensi besar online bisnis di Indonesia.
Potensi bisnis internet di Indonesia membuka peluang cukup besar bagi para Internet Marketer Indonesia untuk mengelola potensi tersebut dan dikembangkan menjadi bisnis yang menjanjikan terutama dibidang internet marketing sebagai salah satu bidang yang berpotensi untuk dikembangkan oleh para marketer online Indonesia.
Di Indonesia sendiri, saat ini ada 2 situs yang cukup sukses dalam mengelola potensi yang ada dan menjadikan media internet di Indonesia sebagai sumber pendapatan yang cukup besar bagi perusahaan tersebut, 2 situs ini adalah Detikcom, yang diperkirakan telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 6,5 Milyar tahun lalu dan Kompas Cyber Media (KCM) mengantongi pendapatan online sebesar Rp 2 Milyar pada periode yang sama. Angka yang cukup luar biasa dan merupakan potensi bisnis yang menggiurkan dan cukup besar yang masih dapat embarkations lewat internet.
Potensi bisnis di internet di Indonesia tidak lepas dari penyalahgunaan yang dilakukan sebagian kecil pengguna internet Indonesia, dimana tercatat sebesar 8% dari total fraud secara online yang terjadi di dunia dilakukan oleh pengguna internet di Indonesia, hal tersebut tentu saja menjadi salah satu momok dan penghalang untuk Indonesia mengambil potensi bisnis lewat internet di masa yang akan datang. Diharapkan penyalahgunaan fraud tersebut dapat berkurang dari waktu ke waktu dengan adanya kesadaran dari pemain-pemain dan pengguna di Indonesia dalam mengurangi penyalahgunaan fraud yang ada, sehingga Indonesia akan dilihat sebagai negara yang berpotensi dalam hal bersaing di pasar terbuka secara online ini dan tidak dipandang sebelah mata oleh negara-negara lain yang ada di Asia.




0 komentar:
Posting Komentar